Salah satu icon terkenal di Yogyakarta selain Malioboro adalah Alun – Alun. Letak Alun – alun sendiri masih terletak di kawasan titik nol kota Yogyakarta, yang tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Alun – alun di Jogja ini ada 2 yaitu Alun – Alun Utara dan Alun – Alun Kidul. Di alun – alun ini anda dapat menikmati suasana kota jogja di malam hari. Anda dapat menikmati wisata kulinernya, ataupun sekedar untuk nongkrong. Aktivitas lain yang dapat dilakukan anda di Alun – Alun Kidul diantaranya:

Memutari alkid menggunakan sepeda tandem warna-warni

Waktu yang disarankan untuk menuju ke alun-alun kidul adalah pada malam hari sekitar pukul 18.30-22.00 WIB. Pada malam hari, pemandangan alun-alun kidul sangat berbeda dibanding pada siang hari. Anda akan melihat banyak sekali warung yang berjejeran memutari lapangan alun-alun kidul. Jalan yang mengelilingi lapangan berumput Alkid pun akan dijejali oleh gemerlap lampu dari sepeda tandem dan becak yang unik.

Becak yang ada di Alkid didesain seperti mobil yang bisa dinaiki oleh 4 hingga 10 orang, dan dijalankan seperti menggenjot sepeda. Sepeda tandem dan becak dihias menggunakan lampu list led warna-warni yang memutari rangka sepeda dan dilengkapi dengan fasilitas full audio, dengan daftar lagu yang lengkap dari lagu keroncong, pop, hingga lagu barat juga tersedia.

Terdapat lebih dari 90 becak tandem berjajar rapi dengan tampilan yang  bervariasi, dari yang didesain seperti mobil sedan hingga mobil VW. Harga yang ditawarkan beragam, sesuai dengan kapasitas dari becak tandem ini. Tarif untuk satu putaran mengitari alun-alun kidul yakni IDR30.000 – IDR70.000.

Hidangan kuliner wajib bagi pengunjung Alkid

Setelah lelah memutari Alkid menggunakan sepeda tandem, pengunjung bisa menikmati aneka sajian makanan dan minuman dengan duduk lesehan menggunakan tikar yang tersedia di halaman alun-alun. Makanan yang disajikan sangat  bervariasi seperti roti bakar dan tentu saja jagung bakar.

Jagung bakar merupakan makanan andalan disini disajikan dengan berbagai varian rasa, manis, asin, pedas dan juga nano-nano yang merupakan perpaduan dari berbagai rasa dioles menjadi satu. Harga untuk menikmati satu buah jagung bakar tergolong murah, yakni IDR5.000. Bagi pengunjung yang malas untuk menggigit jagung bisa juga memesan jangung yang sudah “dirontokkan” sehingga mulut tidak perlu belepotan bumbu.

Selain roti bakar dan jagung bakar, masih banyak opsi lain untuk memanjakan perut pengunjung. Bagi yang ingin makan berat, ada mie ayam, bakso, dan soto. Bagi pengunjung yang hanya ingin ngopi-ngopi disini bisa dengan gampang mencari angkringan yang berderet.

Menu di angkringan sangat bervariasi, dari nasi kucing, gorengan, sate, hingga cemilan seperti kerupuk dan kacang tersedia lengkap dan harganya pun sangat miring. Gorengan dibanderol dengan harga IDR1.000, nasi kucing IDR2.000, satu tusuk sate IDR2.000. Tapi jangan salah, meski harga yang ditawarkan cenderung murah, anda tidak akan kecewa menikmati hidangan rakyat yang sederhana ini.

Selain makanan lazim seperti roti dan jagung bakar, belum lengkap rasanya kalau di Jogja belum menikmati wedang ronde. Wedang ronde merupakan minuman khas Jawa, selain dawet dan jamu. Wedang merupakan Bahasa Jawa yang artinya minuman panas, sedangkan ronde adalah nama dari racikan minuman jahe panas yang berisi bola-bola kecil kenyal dari tepung beras.

Bola-bola menyerupai mochi ini berisi kacang halus ditengahnya, dan disajikan dengan kolang kaling serta potongan roti dalam satu mangkuk kecil. Hm, bisa dibayangkan lezatnya? Harga yang dibanderol untuk menikmati satu mangkuk ronde juga sangatlah murah yakni IDR5.000. Wedang ronde biasa disajikan sebagai hidangan pelengkap setelah makan berat, dan makan jagung bakar.

PAKET WISATA BANTUL | Paket Wisata JogjaPaket Wisata BantulPaket Wisata SlemanPaket Wisata Gunung KidulPaket Wisata Kulonprogo. JOS Tour and Travel For Your Tour Solution. Untuk pemesanan KLIK DISINI! | Hubungi kami di 0881 2796 374 | Email : Jogjaone1solution@gmail.com