Watu Lawang Mangunan Yogyakarta

Wisata Alam – Watu Lawang Mangunan merupakan salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Mangunan. Wisata ini menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah. Bukit ini belum lama dikembangkan menjadi objek wisata bersamaan dengan pengembangan kawasan desa wisata Mangunan. Bukit ini bisa terlihat jelas dari Desa Wisata Kedungmiri dengan bentuk puncak bukit yang terbelah seperti pintu atau yang dalam bahasa jawa bisa disebut sebagai lawang. Wisata ini terletak di desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, yogyakarta.

Lokasi Wisata Alam Watu Lawang berada di kawasan perbukitan Dlingo Bantul yang berbatasan dengan wilayah kecamatan Imogiri. Letak obyek wisata ini berada disebelah barat dari Bukit Mangunan atau lebih tepatnya disebelah barat Tebing Watu Adeg yang belum lama ini dikembangkan menjadi obyek wisata. Tebing atau Bukit Watu Lawang sebenarnya sudah lama dikenal sebagai latar pemandangan area persawahan di Desa Wisata Kedung Miri yang terkenal dengan wisata Jembatan Gantung Imogirinya. Sehingga tidak heran bila sebagian orang yang tinggal di sekitar Bantul sudah mengenal nama tempat ini.

 

Rute menuju Wisata Alam Watu Lawang Mangunan hampir sama dengan rute menuju Kebun Buah Mangunan. Bedanya sebelum simpangan menuju Hutan Pinus Mangunan atau simpangan sebelum Sendang Mangunan ada pertigaan kecil ke arah pemukiman penduduk. Pilihlah jalan ke arah kanan tersebut dan ikutilah petunjuk arah menuju Wisata Alam Watu Lawang hingga tiba di lokasi. Kondisi jalan sebagian masih berupa jalan tanah bercampur batu namun sudah dapat dilalui kendaraan beroda empat. Untuk kendaraan roda empat hanya dapat diparkir di area parkir yang berada dekat dengan pos penarikan retribusi pengelolaan wisata. Sedangkan kendaraan beroda dua dapat diparkir di dekat tangga turun menuju lokasi Tebing Watu Lawang. Jarak antara kedua area parkir motor dengan parkir mobil sejauh 200 meter. Bila pengunjung merasa kesulitan untuk berjalan disediakan ojek motor dari area parkir mobil menuju ke area parkir motor dan anak tangga menuju Tebing Watu Lawang.

Pengunjung yang akan menuju ke Tebing Watu Lawang Dlingo harus berjalan menuruni anak tangga terlebih dahulu kemudian menyusuri jalan setapak hingga tepian tebing. Anak tangga turun sudah dibangun secara permanen sehingga tidak menyulitkan pengunjung berjalan menuruni anak tangga. Pada sebuah area yang landai berdiri beberapa warung penjaja makanan dan minuman untuk wisatawan. Namun keberadaannya belum tertata dengan baik dan terkesan kumuh. Semoga kedepannya warung-warung di dalam kawasan wisata ini ditata dengan baik. Untuk menuju area Tebing Watu Lawang hanya tinggal berjalan melewati bongkahan batu besar untuk tiba di lokasi. Kawasan Tebing Watu Lawang ditandai dengan sebuah jembatan bambu yang mengarah ke tepi jurang. Jembatan bambu inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan oleh wisata alam ini.

Watu Lawang sebenarnya adalah puncak bukit yang terlihat dari area persawahan dusun Kedungmiri Imogiri. Bukit atau tebing ini konon merupakan gunung atau bukit purba yang terbentuk ketika proses pembentukan aliran Sungai Oyo atau Oya. Bukit ini tersusun dari bongkahan batu purba yang mirip seperti batuan Gunung Api Purba Nglanggeran. Puncak bukit tampak terbelah dua dengan dua ujung lancip dan sebagian tebing dipenuhi oleh rerimbunan pohon serta semak. Bukit ini tidak dapat didaki dari dasar bukit yang berada di dusun Kedungmiri karena kemiringan tebing yang tajam dan terjam. Saat ini akses menuju Puncak Tebing Watu Lawang hanya bisa ditempuh dari area pemukiman desa Mangunan.

Nama Bukit atau Tebing Watu Lawang ini memiliki kemiripan atau kesamaan nama dengan daerah lain yang menggunakan nama yang sama yaitu “watulawang” seperti Pantai Goa Watulawang di Gunungkidul. Kemiripan nama tersebut sepertinya tidak disengaja karena mungkin memiliki makna yang hampir sama yaitu sebagai “pintu” atau “lawang” dalam bahasa Jawa. Ada yang bilang bahwa nama Watulawang sebagai dipercaya sebagai pintu masuk ke dunia gaib. Namun belum diketahui apakah ada mitos atau cerita turun menurun mengenai bukit ini.

Peristiwa matahari terbit atau sunrise di Tebing Watu Lawang tidak terlihat karena posisi tebing ini menghadap ke arah selatan dan di sebelah timur terhalang bukit lain yaitu Bukit Watu Adeg dan Bukit Mangunan. Namun pengunjung tidak akan dibuat kecewa karena akan disuguhkan pemandangan aliran sungai oyo dari atas bukit sama seperti di puncak Bukit Mangunan dan kabut pagi yang memenuhi lembah disekitar sungai. Selain itu suasana kawasan yang wisata yang teduh dan dipenuhi rerimbunan pohon yang lebat membuat pengunjung betah bersantai di tempat ini. Secara keseluruhan Wisata Alam Watu Lawang dapat menjadi alternatif pilihan wisata perbukitan selain Bukit Mangunan dan Bukit Panguk Kediwung yang telah ramai dikunjungi wisatawan.

PAKET WISATA BANTUL | Paket Wisata JogjaPaket Wisata BantulPaket Wisata SlemanPaket Wisata Gunung KidulPaket Wisata Kulonprogo. JOS Tour and Travel For Your Tour Solution. Untuk pemesanan KLIK DISINI! | Hubungi kami di 0881 2796 374 | Email : Jogjaone1solution@gmail.com