Hasil gambar untuk candi asuCANDI ASU PENINGGALAN BUDAYA HINDU

Paket Wisata Candi Asu adalah nama sebuah candi peninggalan sejarah budaya Hindu di Magelng. Nama candi tersebut diberikan oleh masyarakat setempat karena arca lembu Nandi yang ada di kompleks candi menyerupai anjing.

Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Candi Asu Sengi berlokasi di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Pada Koordinat : 7°32′00″LS 110°21′00″BT atau sekitar 25 Km dari Candi Borobudur ke arah timur laut. Candi ini terletak di lereng Gunung Merapi di dekat pertemuan Sungai Pabelan dan Sungai Telingsing, kira-kira 10 km di sebelah timur laut dari Candi Ngawen. Di dekatnya juga terdapat dua buah candi Hindu lainnya, yaitu Candi Pendem dan Candi Lumbung.

Untuk mengunjunginya tidak dikenakan biaya masuk. Jam operasionalnya atau sudah ada orang yang mulai mengunjungi mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00

Alamat : Maps [disini]

Asal Usul Nama

Seperti pada umumnya d kalangan masyarakat Jawa pasti memiliki mitos atau cerita dibaliknya. Dari versi pertama, adalah Asu yang berarti Ngaso. Ngaso artinya istirahat. Berdasarkan cerita rakyat yang beredar adalah Prabu Hayuwangi tersebut datang ke lokasi untuk beristirahat. Bukan istirahat duduk manis menghela napas melainkan artinya meninggal. Oleh karena itu candi Asu ini merupakan makam dari sang prabu.

Versi yang berbeda menerangkan adanya keberadaan sumur di tengan bilik candi dalam bentuk Asu atau Anjing, yang mana pinggirnya terdapat arca yang disebut Dewindani. Arca Dewindani ini menjadi lambang dari perilaku manusia kurang baik di dunia. Ia adalah gambar dari seorang perempuan yang sudah berkeluarga namun masih suka main serong. Oleh karena itu perilaku demikian sering diibaratkan seekor anjing yang hina juga kasar.

Mitos Yang Beredar

Hasil gambar untuk candi asu

Candi Asu memiliki panjang 7,5 meter dan lebar candi 8 meter. Saat ini hanya tersisa bagian pondasi dan kaki candi dengan ketinggian 2,5 meter. Pada salah satu bagian candi terdapat bekas sumur sedalam 5 meter dan anak tangga sebanyak 9 undakan. Salah satu tembok candi yang tersisa memiliki tinggi 3,5 meter. Pada bagian utara bangunan ini, terdapat relung.

Berdasarkan catatan di Balai Pelestarian Cagar Budaya, candi ini berdiri saat pemerintahan Prabu Hayuwangi Darmalih Salingsinga atau Rakai Hayuwangi pada abad VIII mendekati masa Hindu-Buddha.

Lama candi ini terpendam dan tak berwujud, hingga seorang warga berkebangsaan Belanda bernama de Plink menemukannya. Candi ini pun kemudian digali. De Plink tak sendirian. Ia mengajak masyarakat setempat untuk menggali.

Dibalik cerita ini juga terdapat mitos yang beredar dengan adanya kepercayaan yang dipegang oleh tokoh masyarakat dengan nama Ki Budayana, Ki Panjaloka, dan Ki Panjalo. Adapun mitosnya adalah siapapun yang datang ke candi ini dilarang membawa minyak gosok atau juga balsam. Adapun alasannya adalah barang tersebut akan hilang dan seluruh badan akan merasakan sengatan dari minyak gosok atau balsem tersebut.

Tempat Wisata Sekitar Candi Asu

Dekat dengan candi Asu dalah Candi Pendem dan Candi Lumbung yang bisa kamu kunjungi sekalian lho. Ketiga candi tersebut merupakan trilogy dari candi lereng Merapi sisi barat. Sekitar 6 km dari lokasi candi adalah Ketep Pass yang merupakan gardu pandang Merapi dan juga Merbabu.

Candi Asu ini terletak di dusun Candi Pos, desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang Jawa Tengah. Askes termudahnya adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi ke Muntilan dan blok menuju ke pasar Talun sejauh 7 km. sarannya kalau ingin berkunjung ke candi ini pastikan pakaian hangat dan sepatu yang nayaman untuk menghindari udara dingin. Selamat berlibur!