Hasil gambar untuk fungsi candi gunung wukirCANDI GUNUNG WUKIR, MULAI TERLUPAKAN

Paket Wisata – Candi Gunung Wukir merupakan  Candi Hindu tertua di Magelang, candi ini mulai terlupakan saat ini. Kenapa? Karena akses jalan yang masih susah dan harus berjalan kaki menuju Gunung Wukir dulu. Berada di ketinggian 300 mdpl ini kalian harus siap dengan jalan kaki dan menyusuri perbukitan ya! Ingin tahu lebih lanjut mengenai candi ini? Simak ulasan berikut

Sekilas Mengenai Candi Wukir

Candi Gunung Wukir merupakan candi Hindu yang ditandai dengan adanya Yoni dan arca Nandi. Yoni bersama sebuah Lingga adalah sebagai lambang dewa Siwa.  Namun Lingga dimaksud sekarang tidak ada lagi.  Sedangkan arca Nandi  (lembu) adalah kendaraannya.

wk3

Gunung Wukir terdiri dari tiga candi.   Candi Utama dengan tiga candi  di depannya. Yoni tersebut terletak di candi Utama, arca Nandi terletak pada candi di depannya atau pada candi Wahana.  Formasi demikian ditemukan juga di kompleks candi Prambanan. Namun demikian candi- candi ini belum dapat dipugar karena batu-batu aslinya belum dapat di temukan.

Lokasi

Candi ini berada di atas Bukit Wukir, yang oleh masyarakat sekitar disebut Gunung Wukir, di lereng barat Gunung Merapi. Lokasi ini berada di sebelah timur laut Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Candi Gunung Wukir dapat dicapai dengan angkutan umum ke arah Kecamatan Ngluwar hingga Desa Kadiluwih Dusun Canggal, yang disambung dengan berjalan kaki ke atas bukit lebih kurang 300 meter dpl.

Alamat : Maps [disini]

Kompleks Candi

Candi Gunung Wukir ini merupakan Candi Hindu, yang ditandai dengan adanya arca Nandi, Lingga dan Yoni sebagai lambang Dewa Syiwa.  Di kompleks situs Candi Gunung Wukir ini terdapat 4 candi.  Satu bangunan candi utama dan 3 candi kecil di depannya.

1. Candi utama

Candi Utama, dengan lingga tepat ditengahnya (doc.pri)

Berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 10×10 m.  Dengan tangga naik di sebelah timur.  Dengan batu-batu berundak.  Pada bagian tengahnya terdapat satu yoni besar berbentuk kotak yang berukuran besar.  Tingginya sekitar 1,5m (setinggi saya).

2. Candi Kecil (Paling Utara)

Berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 3x3m.  Tampak paling lengkap diantara candi-candi lain di sekitarnya.  Mempunyai semacam regol/pintu yang menghadap ke barat (ke arah candi utama).

3. Candi Kecil (Bagian Tengah)

Arca Nandi di candi 2, yang arca sapi, bukan saya (dok.pri)

Berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 3x3m.  Dengan arca Nandi tepat di tengahnya dan menghadap ke arah candi utama.

3. Candi Kecil (Bagian Selatan)

inilah candi selanjutnya, tinggal sisa-sisanya saja, batu tertata membentuk bangunan persegi(dok.pri) Berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 3x3m.  Tinggal pelatarannya saja. Di sekitar candi ini tampak banyak sekali batu candi yang disusun rapi oleh petugas di sana yang katanya berjumlah 5 orang.

Fakta Menarik

candi goa wukir 4

Yang menarik adalah bahwa di candi ini dahulu pernah ditemukan sebuah  prasasti yang dikenal dengan prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M, bertuliskan Sanskrta serta berbahasa Pallawa. Pada prasasti itu antara lain disebutkan tentang raja Sanjaya yang gagah berani dan berhasil menaklukkan musuh-musuhnya. Ia adalah pengganti pamannya yaitu raja Sanna yang gugur di medan perang. Atas keberhasilannya itu ia kemudian mendirikan sebuah Lingga di atas sebuah bukit.

Kemungkinan lokasi yang dimaksud adalah di candi ini. Raja Sanjaya yang juga dikenal sebagai Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya adalah anggota dinasti Sailendra yang pernah menguasai Jawa Tengah  dengan kerajaannya  bernama  Mataram (Hindu).  Adapun pendiri  dinasti ini adalah Dapunta Selendra.  Raja-raja terkenal dari dinast ini ialah Sri Maharaja Rakai Panangkaran yang diduga mendirikan candi Borobudur, Mendut, dan Sewu yang semuanya adalah candi Budha. Selain itu juga Sri Maharaja Rakai Pikatan yang telah mendirikan candi Prambanan (Hindu) dan beberapa candi di Plaosan (Budha) .Raja-raja dari dinasti ini pada umumnya memeluk agama yang tidak sama. Satu raja beragama Budha, tetapi penggantinya beragama Hindu. Sehingga banyak ditemukan candf Budha yang berdekatan dengan candi Hindu. Rupa-rupanya toleransi agama telah berkembang di Jawa Tengah sejak masa itu.

Demikian mengenai candi Gunung Wukir, candi kecil yang letaknya tidak jauh dari Borobudur, tapi sudah mulai dilupakan karena kurang publikasi dan akses jalan yang masih kurang. Kaalau niat mengunjunginya, siapkan tenaga ekstra ya! Semoga bermanfaat . . .