DIY Rumah Adat Bangsal Kencono Kraton

Arsitek Indo Kontraktor – Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan sangat kaya akan kebudayaan. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki budaya masing-masing. Misalnya, Jawa Barat dengan rumah adat perahu kemureb, Jawa Tengah dengan rumah adat joglo, dan DI Yogyakarta dengan rumah adat bangsal kencono.

Rumah Adat Bangsal Kencono mirip dengan rumah Joglo dari Jawa Tengah mulai dari tiang,bahan penggunaan atap dinding rumah, namun rumah Bangsal Kencono lebih luas dari rumah Joglo. Rumah Bangsal Kencono memiliki beberapa keunikan, yaitu terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

Bagian Depan

Pada bagian ini dibagi menjadi 3 bagian. Mulai dari Gladhag Pangurakan, Alun-alun Lor serta Masjid Kasultanan. Gladhag Pangurakan ialah pintu gerbang utama untuk masuk ke Kraton. Alun-alun Lor merupakan lapangan dengan rumput yang letaknya di Utara kraton. Dipakai sebagai tempat untuk upacara, grbeg, sekaten dan lain-lain. Sedangkan masjid gede ini pusat keagamaan yang ada di barat alun-alun Yogyakarta.

Bagian Inti

Dibagian inti ada beberapa tempat yang termasuk dalam rumah adat bangsal kencono kraton Yogyakarta ini,   seperti :

  • Bangsal Pagelaran: bangunan khusus untuk penggawa kasultanan ketika menghadap Raja pada waktu upacara resmi.
  • Siti Hinggil Ler: tempat upacara resmi kesultanan Yogyakarta.
  •  Kamandhungan Ler : Bangunan yang terletak di sebelah utara yang dahulu digunakan untuk perkara dengan ancaman hukum mati.
  • Sri Manganti : dahulu digunakan untuk tempat menerima tamu kerajaan.
  • Kedhaton : terdiri dari Kedhaton untuktempat tinggal Sultan, Keputren untuk istri Raja, dan Kesatrian untuk putra kerajaan.
  • Kemagangan: digunakan untuk penerimaan abdi dalem, tempat berlatih dan ujian, serta apel kesetian para abdi dalem sewaktu magang.
  • Siti Hinggil Kidul : dahulu digunakan Sultan untuk menyaksikan adu rampogan, tempatgladi resik upacara Grebeg, tempat berlatih Langen Kusumo/prajurit perempuan, dan tempat prosesi awal upacara pemakaman Sultan menuju Imogiri.
Bagian Belakang

Di bagian belakang bangsal Kencono ada alun alun kidul dan juga Plengkung Nirbaya. Di mana alun-alun letaknya di selatan keraton. Orang umumnya menyebut sebagai pengkeran. Kalau Plengkung Nirbaya merupakan poros utama yang ada di bagian selatan. Tepat lurus dengan gerbang jalan keluar. Biasa dipakai sebagai jalan keluar ketika pemakaman Sultan ke Imogiri.

Ciri khas Rumah adat Bangsal Kencono Yogyakarta:

  • Ukuran Rumah, karena desainnya seperti padepokan serta berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga Kerajaan, maka sudah jelas bangunan ini memiliki ukuran yang luas dan besar sesuai dengan kebutuhan fungsinya tersebut.

  • Desain dan Motif Ukiran,  dilihat pada halaman utama Bangsal Kencono yang ditanami aneka tanaman yang asri serta terdapatnya sangkar burung, ini menunjukkan bahwa Desain bangunan ini memiliki filosofi yang mengedepankan kecintaan terhadap alam. Sedangkan untuk motifnya sendiri dominan dengan nuansa kejawen yang berpadu dengan kebudayaan Eropa seperti arsitektur Belanda, Portugis dan Cina serta Hindu.

  • Fungsi: fungsi Bangsal Kencono sangatlah kompleks, karena selain sebagai tempat tinggal bagi keluarga kerajaan Yogyakarta, Bangsal ini merupakan tempat atau pusat diselenggarakannya berbagai upacara adat maupun ritual keagamaan bagi masyarakat.

Demikian informasi terkait dengan rumah Adat Bangsal Kencono Kraton Yogyakarta, Semoga Bermanfaat 🙂