Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung lainnya yang dikembangkan sebagai objek wisata yang menarik dan mempunyai unsur nilai, pengetahuan dan juga kenangan. Dimana di dalam desa tersebut dapat melakukan suatu kegiatan berupa tata cara dan tradisi yang ada. Mungkin orang yang sudah terbiasa tinggal Desa sudah terbiasa dengan hal tersebut, akan tetapi berbeda dengan orang yang tinggal di suatu perkotaan. Mereka lebih tertarik dengan kegiatan alam.

Desa yang bisa dijadikan sebagai tempat outbound kali ini adalah desa wisata pulesari. Desa ini terletak di Dusun Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Nama Dusun Pulesari diambil dari nama Nyai Pulesari yang didapat saat Kyai Tokariyo melakukan pertapaan. Dalam pertapaannya, bertemulah Kyai Tokariyo dengan Nyai Pulesari yang telah dilupakan masyarakat selama bertahun-tahun silam.

Dengan bermodal sumber daya alam, budaya, dan tradisi di Dusun Pulesari, Pak Amin Sarjana dan orang-orangnya mampu menyulap desanya memberikan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas wisata pedesaan. Berdiri pada tahun 2012, kini desa wisata ini telah meraup banyak rupiah dan mampu menghidupkan perekonomian masyarakat yang sebagian besar adalah petani salak.

Berada di Desa Wisata Pulesari, disarankan untuk mencoba paket wisata outbound-nya. Sungai Bedhog adalah jalur utama wisata outbound di desa wisata ini. Airnya yang dingin dan diaduk ramah tamah masyarakat akan menemani kita setengah harian menjelajahi desa wisata ini. Pantas saja, di tahun 2014 sudah tercatat sebanyak lebih dari 28 ribu tamu yang datang ke Desa Wisata Pulesari. Bahkan tak tanggung-tanggung, desa wisata ini kini menjadi model percontohan tentang bangkitnya sebuah desa pasca bencana (Erupsi Merapi 2010).

Kini, telah tersedia sekitar lebih dari 10 paket wisata outbound yang disiapkan pengelola Desa Wisata Pulesari untuk wisatawan. Jembatan goyang, bambu bocor, tangkap ikan, merangkak jaring laba-laba, susup ban, gubug hujan, titian bambu, tangga tebing bergoyang, dan permainan sejenis lainnya cukuplah menantang untuk dijamah. Tak heran juga, profil rata-rata pengunjung desa wisata ini adalah mereka yang masih menyandang pendidikan/duduk di bangku sekolah.

Desa wisata ini tak hanya menampilkan ‘desa’ sebagai latar belakangnya. Di sisi utara, akan terlihat dengan jelas pemandangan Gunung Merapi. Siapapun bersepakat menyatakan Gunung Merapi merupakan gunung yang menakjubkan. Gunung berapi teraktif di dunia dengan ketinggian 1.700 meter dari permukaan laut ini kesehariannya senantiasa menaburkan pesona jika dilihat dari Desa Wisata Pulesari. Sedangkan sisi selatannya, terdapat Bukit Barisan yang cantik jika dilihat pada malam hari. Mereka menyebutnya sebagai desa yang romantis. Gemerlap lampu-lampu kota dan di sekitaran Bukit Barisan sangat jelas jika dipandang dari desa wisata ini.

Bagi penggemar wisata alam dan sejarah, Desa Wisata Pulesari juga memiliki sebanyak 16 gua sejarah. Sebutlah Gua Ular, Gua Grenjeng, Gua Leri, Gua Dampar, Gua Canguk, dan gua-gua lainnya yang dapat ditemukan di Desa Wisata Pulesari. Konon, gua-gua ini sebagian besar adalah lokasi persembunyian masyarakat kampung saat masa penjajahan Belanda.

Usaha masyarakat Desa Wisata Pulesari untuk terus eksis di industri pariwisata juga didukung dengan sejumlah industri kreatif bermodalkan buah salak pondoh. Terlihat dalam aktivitasnya, ibu-ibu yang tergabung dalam Dashawisma juga aktif dalam membuat makanan olahan salak, seperti; dodol salak, jenang salak, bakpia salak, wingko salak, katul salak, krupuk salak, enting-enting salak, nogosari salak, geplak salak, dan makanan olahan lainnya. Sangat berbeda dengan desa wisata lainnya, Desa Wisata Pulesari juga memiliki kesenian tradisional berupa Tarian Salak, Tari Kubro Siswo, Kesenian Klenthingsari, dan Kesenian Gobyoksari.

Bagaimanapun, melakukan inovasi tiada henti dalam mengoperasikan desa wisata terus diupayakan pengelola dan juga masyarakat kampung Dusun Pulesari. Menurut cerita, salak di Kecamatan Turi memiliki kualitas terbaik, bahkan telah diekspor sampai negeri Tiongkok. Hadirlah Museum Salak yang didirikan pada tahun 2013 sebagai media informasi mengenalkan salak pada khalayak luas.

Tak puas rasanya tanpa bermalam dan merasakan nuansa ‘pedesaan’ di sini. Tak usah khawatir, masyarakat telah menyediakan puluhan homestay ditambah dua buah pendopo yang dapat menampung wisawatan. Bahkan dalam kesehariannya, wisatawan dapat belajar untuk mengelola kebun salak, bertani, membatik, dan belajar pandai besi.

PAKET WISATA BANTUL | Paket Wisata JogjaPaket Wisata BantulPaket Wisata SlemanPaket Wisata Gunung KidulPaket Wisata Kulonprogo. JOS Tour and Travel For Your Tour Solution. Untuk pemesanan KLIK DISINI! | Hubungi kami di 0881 2796 374 | Email : Jogjaone1solution@gmail.com