KEUNIKAN CAMERA HOUSE BOROBUDUR

Paket Wisata – Jika kalian mengunjungi Candi Borobudur, kalian bisa mampir ke ‘Camera House’ di Magelang ini. Seperti namanya, tempat wisata ini kita bisa merasakan seperti ada di dalam kamera DSLR. Sensasi baru seolah masuk ke dalam kamera DSLR ini mungkin akan menjadi salah satu kesan tak terlupakan. Yuk simak informasi mengenai Camera House Borobudur ini.

Alamat Rumah Kamera

Camera House Borobudur terletak di Majaksingi 8, Borobudur, Karang Bawang, Majaksingi, Kec. Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553. Jika kalian ingin mengunjunginya bisa melihat Google Maps untuk rute menuju ke sana.

Alamat : Maps [disini]

Harga Tiket Masuk

Jika kalian ingin masuk ke Rumah Kamera, kalian harus membayar sebesar Rp 15.000 per orang. Harga tiket masuk tidak berubah saat weekend ataupun weekdays. Jadi kalau kalian ingin mengunjungi Rumah Kamera saat weekend jangan takut untuk mengeluarkan uang lebih banyak ya.

Keunikan Camera House Borobudur

1. Sensasi Menjadi ‘Liliput’

Rumah kamera ini mempunyai 4 lantai. Rasakan sensasi saat kamu memasuki sebuah ‘kamera’ melalui bagian ‘lampu flash’ pada kamera DSLR sebagai pintu masuknya, serta mengintip pemandangan luar dari bagian ‘mode LCD’ yang dijadikan sebuah jendela.

2. Menikmati Keindahan Berbagai Karya Seni

Rumah kamera adalah galeri seni berbentuk kamera DSLR raksasa. Di dalamnya terdapat berbagai lukisan karya seorang seniman asal Semarang yang lama tinggal di Bali bernama, Tanggol Angien Jatikusumo.

Memasuki galeri rumah kamera ini kamu akan disuguhi karya-karya lukis luar biasa hasil tangan Tanggol. Lukisannya sangat indah dan detail, gambar-gambarnya pun sangat menyentuh. Lampu-lampu sorot yang dipasang menambah keindahan lukisan.  Tak akan ada yang menolak berfoto selfie  bukan di tempat seperti ini?

Selain itu para pengunjung tidak akan capai berdiri untuk melihat lukisan terus menerus, karena di galeri sudah disiapkan kursi-kursi yang dibentuk kreatif dan lucu.

3. Kesempatan Bertemu Tanggol Angien yang Inspiratif

Tanggol ingin menjadikan desa tempat ia tinggal menjadi desa seni, karena dia sendiri merupakan maestro di dunia seni, terutama seni lukis.

Pria yang pernah tinggal di Bali ini sejak kecil telah memiliki jiwa seni yang tinggi. Didukung orang tuanya, Tanggol berkecimpung di dunia seni lukis. Tahun 1967 dia pertama kali menjual hasil lukisannya, dan sejak itu karya-karyanya dijual ke luar kota dan mancanegara. Di hari Minggu Tanggol sering mengajar melukis kepada anak-anak desa setempat.

Rumah kamera dibangunnya tahun 2013. Dari desain hingga pembuatan diaturnya sedemikian rupa hingga mewujudkan hasil yang manis. Pembangunannya memakan waktu setahun. Tanggol membangunnya selain bertujuan menjadikan desa tempat tinggalnya sebagai desa seni, juga sebagai pelampiasan karena ketika muda ia begitu menginginkan kamera, dan berjuang sangat gigih untuk mendapatkannya. Usaha keras tak akan mengkhianati, dengan terus berkarya secara konsisten dan tekun, tak sekadar kamera ‘normal’ , ia bahkan berhasil membuat sebuah ‘kamera’ raksasa!

Mimpinya, kedepannya Tanggol ingin menambah fasilitas lain, salah satunya dengan membuat panggung kesenian seperti pentas sendratari, kesenian jatilan, kuda lumping, dan keroncong karena bagi Tanggol Indonesia ini sangat kaya akan kebudayaan.

4. Surganya para ‘selfier’

Setiba di sana, kamu bisa melihat ada bangunan di samping rumah kamera. Tempat itu adalah Selfie Paradise. Sesuai dengan namanya, tempat itu memang “surganya para selfie-er”. Di sana terdapat berbagai lukisan 3D yang bisa digunakan untuk selfie. Kamu bisa foto-foto sepuasnya di sana hanya dengan membeli tiket seharga Rp 15.000,-.

5. Menyaksikan Cantiknya Pemandangan Candi Borobudur dari Atas ‘Lensa Kamera’

Dari bagian ‘lensa kamera’, kamu dapat melihat cantiknya pemandangan desa dari atas. Untuk mencapainya kamu bisa masuk lewat tangga. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang naik sampai ke lantai atas untuk melihat pemandangan Candi Borobudur maupun pemandangan alam sekitarnya seperti  Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Andong, Punthuk Setumbu, dan perbukitan Menoreh.

Satu lagi, di atas ini kamu bisa menuliskan pesan-pesan untuk orang terkasih di salah satu sisi atapnya, layaknya wisata gembok cinta seperti yang ada di Paris dan Korea.

Nah, tadi informasi mengenai Camera House Borobudur. Semoga bermanfaat . . .