Perbedaan Rumah Adat Joglo dan Bangsal Kencono

Arsitek Indo Kontraktor – Indonesia adalah merupakan salah satu negara di dunia dengan pemandangan alam sangat indah dan budaya yang sangat beragam. Indonesia sudah menjadi tujuan liburan para wisatawan mancanegara. Sekarang tak hanya Pulau Bali yang menjadi tujuan utama dalam liburan mereka, namun juga DI Yogyakarta yang tak kalah indahnya dengan Pulau Bali.

Di Yogyakarta ada banyak tempat wisata budaya yang bisa dikunjungi seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kraton Yogyakarta, dan masih banyak lainnya. Kalian juga bisa melihat rumah adat kraton Yogyakarta yang bangunannya sangat indah dan estetik meskipun masih terlihat tradisional. Rumah adat Bangsal Kencono Kraton Yogyakarta hampir mirip dengan Rumah Adat Joglo. Berikut Penjelasannya :

Rumah Adat Bangsal Kencono

Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara rumah adat Bangsal Kencono dengan desain rumah-rumah adat di kawasan Jawa Tengah. Ciri khas rumah adat Jawa Tengah adalah memiliki bubungan tinggi penyangga tiang pada bagian tengahnya. Ditinjau dari bahan bangunannya, terbuat dari bahan sirap atau genting tanah.

Sementara untuk bagian rumah adat Bangsal Kencono sendiri dibagi atas 3 bagian besar yaitu bagian depan, bagian inti, dan bagian belakang.

  1. Bagian Depan, terdiri dari: Gladhag pangurakan, Alun-alun lor, Kompleks masjid gedhe.
  2. Bagian Inti, terdiri dari: Bangsal pagelaran, Siti hinggil ler, Kamandhungan ler, Sri manganti, Kedhaton, Kemagangan, Siti hinggil kidu.
  3. Bagian Belakang, terdiri dari: Alun-alun KidulĀ  dan Plengkung Nirbaya.

Baca lebih lengkap..

Rumah Adat Joglo

 

Rumah adat Joglo mungkin lebih familiar didengar orang awam dari pada rumah adat Bangsal Kencono. Rumah adat Joglo seringkali ditemukan di beberapa daerah di pulau Jawa, tidak hanya di daerah Yogyakarta saja. Namun aslinya Joglo merupakan rumah adat yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah, yaitu daerah yang mempunyai karakteristik budaya dan adat yang sangat unik dibandingkan provinsi-provinsi di pulau Jawa lainnya.

Meski rumah adat Joglo sudah sering didengar namanya oleh masyarakat awam, namun nyatanya masih banyak yang mencari informasi yang lebih mendalam tentang rumah adat yang satu ini. Misalnya saja tentang ragam nama-nama rumah Joglo yang ternyata masih dibagi ke dalam 17 jenis. Berikut adalah 17 jenis rumah adat Joglo yang ada di Yogyakarta:

  1. Joglo Ceblokan
  2. Joglo Kepuhan Limolasan
  3. Joglo Lambangsari
  4. Joglo Kepuhan Lawakan
  5. Joglo Kepuhan Awitan
  6. Joglo Wantah Apitan
  7. Joglo Limasan Lawakan
  8. Joglo Sinom
  9. Joglo Jompongan
  10. Joglo Pangrawit
  11. Joglo Mangkurat
  12. Joglo Hageng
  13. Joglo Semar Tinandhu
  14. Joglo Jepara
  15. Joglo Kudus
  16. Joglo Pati
  17. Joglo Rembang

Meski jenisnya beragam, namun intinya rumah adat Joglo hanya dibagi ke dalam dua bagian besar, yaitu rumah induk dan rumah tambahan. Di dalam rumah induk dibagi lagi atas delapan bagian, sedangkan untuk rumah tambahan hanya berisi pelengkap rumah induk. Berikut fungsinya bagian rumah induk tersebut:

  1. Pendopo: Bagian rumah induk ini biasanya ada di depan rumah. Fungsinya untuk tempat pertemuan, tempat pagelaran seni seperti wayang kulit, tari-tarian, dan upacara adat.
  2. Pringitan: Bagian rumah ini merupakan penghubung bagian dalam. Fungsinya adalah sebagai jalan masuk ke lorong, biasanya bagian ini juga digunakan untuk pertunjukan wayang kulit.
  3. Teras: Merupakan bagian rumah induk yang menghubungkan bagian pringitan dengan rumah dalam. Teras berfungsi sebagai bagian rumah untuk menerima tamu, tempat bersantai, dan kegiatan lainnya yang bersifat berkumpul.
  4. Rumah dalam: Rumah dalam bisa berisi rumah besar atau rumah belakang. Fungsinya adalah untuk tempat tinggal orang yang tinggal di rumah adat Joglo tersebut.
  5. Senthong kiwa: Kiwa, dalam bahasa Jawa artinya kiri. Biasanya di senthong kiwa digunakan untuk kamar tidur, gudang, atau tempat penyimpanan logistik seperti makanan dan lain sebagainya.
  6. Senthong tengah: Berbeda dengan dua senthong lainnya, senthong tengah berfungsi untuk menyimpan harta keluarga atau barang pusaka yang dimiliki oleh sang pemilik rumah. Sebagai contoh benda pusaka yang sering terlihat di senthong adalah pusaka keris, dan banyak lagi jenis pusaka lainnya.
  7. Senthong tengen: Tengen dalam bahasa Jawa artinya kanan. Bagian ini berfungsi hanya sebagai pembagian ruangan sisa.
  8. Gandhok: Untuk melengkapi bagian bangunan yang ada di rumah induk, ada bagian yang disebut gandhok. Fungsinya hanya untuk bangunan tambahan, biasanya letaknya mengelilingi sisi samping dan belakang bangunan inti.

Itulah beberapa perbedaan rumah Adat Bangsal Kencon Kraton dan Rumah Adat Joglo. Semoga Bermanfaat :))