Tari Barong Bali

Tari Barong Bali – Tari Barong Bali menggambarkan pertarungan antara kebajikan (Barong) melawan kebatilan (Rangda). Menurut umat Hindu Bali, barong adalah binatang purbakala yang menjadi simbol kebajikan. Sedangkan Rangda adalah binatang purbakala mahadahsyat yang menggambarkan kebatilan.

Pertunjukkan Tari Barong Bali ini juga mempertunjukkan adegan-adegan yang seru yaitu adegan debus dimana terdapat bebrapa orang yang telah di ciprati air suci dan dikuasai oleh makhluk halus mensukkan kerisnya didada.

Di Pulau Bali ada beberapa jenis tarian barong yang dimainkan, yaitu diantaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Landung. Akan tetapi, di antara beberapa jenis tarian barong yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang mempunyai kostum dan tarian cukup lengkap.Kostum dalam tarian Barong Ket pada umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu.

Pada badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan.Tarian Barong Bali ini dimainkan oleh dua orang penari (juru saluk/juru bapang): satu orang penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada tidak jauh di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.

Lokasi Pertunjukan Tari Barong Bali

Menonton seni pertunjukan ini, wisatawan dapat menuju Desa Batu bulan melalui Kota Denpasar, Ibu Kota Provinsi Bali. Dari Kota Denpasar, Batubulan berjarak sekitar 10 km atau membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum (taksi/mobil carteran). Sementara, jika wisatawan memulai perjalanan dari Pantai Kuta atau kawasan Nusa Dua, dibutuhkan waktu sekitar +45 menit.Untuk menyaksikan pertunjukan Tari Barong Bali , wisatawan domestik maupun mancanegara dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per orang.

Sejarah Tari Barong Bali

istilah “barong” dipercaya muncul menurut istilah bahrwang yg secara bebas dapat diartikan menjadi beruang. Beruang ini dianggap menjadi sebuah kekuatan mistis, fauna mitos yg mempunyai kekuatan mistik tinggi sebagai akibatnya dipuja menjadi pelindung.Beberapa asal menyampaikan bahwa sejarah Tari Barong Bali adalah saduran menurut cerita masyarakat Tiongkok adalah Barongsai, sementara beberapa orang lainnya menganggap ada perbedaan yang sangat jelas antara Barongsai serta Barong di mana menurut mereka tarian Barong memiliki nilai cerita yang baik serta tidak jarang diselingi sang humor yg segar sehingga dapat menjaga penonton agar nir bosan.

Tari Barong Bali ini menceritakan mengenai kisah yg paling tak jarang diceritakan dalam cerita masyarakat manapun adalah tentang pertempuran diantara pihak baik melawan pihak jahat. Sepanjang sejarah tari Barong Bali, pihak yg baik selalu digambarkan dengan sosok Barong, makhluk buas berkaki empat yang di dalamnya dikendalikan sang dua orang penari.

Pihak jahat jua selalu digambarkan beserta sama, merupakan Rangda, sebuah sosok seperti perempuan menakutkan yang memiliki dua butir taring akbar pada mulutnya.Terdapat pandangan yang berbeda mengenai sejarah tari Barong Bali ini, dimana keliru satu pandangan menyatakan bahwa tari Barong adalah sebuah seni yg sudah sejak lama ada pada Indonesia, sebuah kesenian bawaan berdasarkan rakyat Austronesia.

Pandangan ini juga memberitakan bahwa kisah yg dimainkan pada tari Barong merupakan kisah mengenai Bhatara Pancering Jagat dan istrinya yg bernama Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar. Pandangan lainnya mengenai Barong timbul menurut itihasa Bali di mana tari Barong muncul dari cerita suci serta tidak dongeng. Dianggap kisah tentang Barong dan Rangda ini berkaitan beserta cerita saat Siwa sedang mencari Dewi Uma.

Kali pertama pada sejarahnya tari Barong Bali dijadikan pertunjukkan adalah dalam abad ke-19 di mana dalam ketika itu Raja Kelungkung yang memiliki nama atau julukan Ida I Dewi Agung Sakti meminta diadakannya pertunjukkan yang bentuknya adalah wayang orang dengan total penari kurang lebih 36 orang dimana sebagian menurut penari tersebut harus berperan menjadi pasukan berdasarkan seekor raja simpanse dan sebagian lagi berperan sebagai pasukan rahwana.

Para penari ini lalu diharuskan mengenakan topeng serta busana  yang terbuat menurut serat yg bernama braksok. Saking populernya, pertunjukkan tersebut lalu diberi nama Barong Kadingkling atau Barong Blasblasan yang apabila berkunjung ke suatu desa, diyakini pohon kelapa yang terdapat pada desa tadi sebagai amat sangat fertile.

PAKET WISATA BANTUL | Paket Wisata JogjaPaket Wisata BantulPaket Wisata SlemanPaket Wisata Gunung KidulPaket Wisata Kulonprogo. JOS Tour and Travel For Your Tour Solution. Untuk pemesanan KLIK DISINI! | Hubungi kami di 0881 2796 374 | Email : Jogjaone1solution@gmail.com